Thursday, November 30

Televisi adalah Racun

Tiga hari kemarin me sakit, Demam dan pusing mendera jiwa, jadi selama tiga hari itu me cuma bisa meringkuk di atas kasur memandang ke arah layar kaca yang memabukkan itu. Lalu saya tahu perasaan orang yang bilang, “Matikan tivimu” ataupun peribahasa terkenal “too much tv will kill you”.

Dari 12 channel yang tertangkap oleh antena tivi pinjaman itu (tivi lokal mudah terpedaya, metro berhasil meloloskan diri), semuanya kuamati sambil menikmati sensasi denyut di kepala. Pagi, terhibur dengan Sponsbob lalu Chalk Zone lalu Dora (pernah tayang tapi tak apalah). Tapi apa setelah itu? Ternyata jam tayang stasiun tivi kita sudah terkotak-kotakkan. Seperti ada yang mengatur bahwa garis besarnya adalah seperi ini:

jam 8-9 pagi
adalah jamnya gosip Dhani dewa (Mr Malechauvinis) yg mengancam menceraikan istrinya lalu sinetron pagi lalu gosip Maia Ahmad yang diancam oleh suaminya, berita kriminal lalu sinetron siang. Agak sore sedikit kita bisa ikuti gosip grup band Ratu yang akan bubar karena masalah rumah tangga personilnya (oh..ya.. tentu kita belum tahu gosip ini) beserta tentu saja sinetron sore. Berita, lalu muncul lagi sinetron prime time.

Jam 8-9 malam
sebagian besar masih sinetron tapi mulai ada film barat. Tiga hari itu kebetulan yang diputar adalah jenis rambo-ramboan dimana jagoan-diberondong-peluru-dari-atas-heli-baik-baik-saja-lalu-dia-menembak-heli-satu-kali-duer-heli -meledak-mati. Tetep sinetron lagi. Lalu ketika me terbangun jam 12 malam tebak apa yang ada di tipi? Sinetron laga yang jagoannya bisa terbang dan melawan siluman. Gila. Siapa sih yg ngikutin? (hayo tunjuk jari!)

Gambaran umumnya sih seperti itu, tapi dari 12 chanel, tentu ada 2-3 yang kebetulan pas tidak mengikuti tren yg berlaku pada jam itu, tapi sebagian besar tak ingin keluar dari jalur mainstream.

Tiga hari kemudian, demamku sudah sembuh tapi kepalaku masih berat. Siaran orang marah yang terus berulang di sinetron, gosip yang sama terus diulang (dengan narasi yg makin berbunga-bunga) dan film pukul-pukulan yg sama. Kenapa harus ada 12 channel kalau yang ditayangkan sama? Itu itu dan itu. Sedikit sekali acara bermutu yang memperlihatkan kekayaan budaya bangsa, luasnya alam dan dunia ini, sejarah kebudayaan bangsa atau apalah. Justru yang ada tayangan hedonis dan kekerasan. Padahal jelas-jelas kekerasan itu berdampak buruk pada tumbuh kembang anak. Lihat kasus yang terjadi sekarang, smackdown dituding sebagai penjahat utama penyebab agresifitas anak. Padahal bibit kekerasan itu sudah ditanamkan dari tayangan televisi jauh-jauh hari. Walah... lagi-lagi saya ngomongin anak-anak lagi. Pantesnya buka teka aja kali ya :) Ide bagus tuh..

Satu lagi.. rating acara yang tampil di sudut kiri atas, apa indikatornya? Masa tayangan kuliner pak Bondan Winarno yang damai aman nyaman makan-makan disamakan dengan film dimana jagoannya-menekuk-mencekik-lalu memukuli-si-penjahat-sampai-mati-dengan-kepala-pecah-darah-memburai-kemana-mana. Tanyakenapa!*

(Sudahlah, mending saya paksakan pergi ke kantor saja. Lama-lama begini bisa gila.)

^^cya’s

*tag sebuah iklan, sokoguru kehidupan pertelevisian kita

4 komentar:

cahyo said...

wah...muak juga ya lihat tipi kita. makanya saya kalo dah nyampe rumah pulang kantor, mending baca samabil dengerin musik, di ruang ac sambil ngemil. halah...ini lebih mantabfff mbak...


lam kenal ya...blognya aku link ya

gadsul said...

yah kamu ngomongin Smackdown...

saya masih sedih nih gak bisa nonton lagi...

gara-gara anak kecil pada nonton sih. anak kecil emang kurang ajar. SIAPA SIH ORANG TUANYA? GOBLOK!!!

:D

wew, thanks...

cya said...

@ cahyo: monggo.. sini tak link juga blogmu apaan?

@gadsyul: sabar..sabar.. beli pisidinya aja biar ketemu jon XENA :)

norma said...

biar gak "terjajah" ama tayangan tipi lokal, mungkin bisa pake tipi kabel
tapi langganan tipi kabel mahal(semua tipi pasti ada kabelnya gak si?) blum bisa menggantikan siaran lokal yg gratisaaan (hihihihi)
jadi, mending fame bikin stasiun tipi khusus anak2,,,biar orang tua mbeliin satu tipi khusus untuk anaknya, biar gak nonton tayangan org tua en channelnya cuma satu (hehehehehe, monopoli)

ps: add blog ku d link yooo,,,